LANGUAGE

広告特集 企画・制作 朝日新聞社メディアビジネス局

LANGUAGE

SHARE

Diskusi tentang pemikiran yang sebenarnya generasi milenial yang akan memimpin masa depan perawatan lansia! Gaya hidup dan gaya kerja yang terlihat melalui perawatan lansia dan kondisi Jepang

Perempuan berusia 20-30 tahunan yang bekerja di tempat perawatan lansia. Masing-masing memiliki berbagai macam peluang dan titik balik, tertarik dan saat ini aktif di bidang perawatan lansia. Titik balik apa yang mengarahkannya ke pekerjaan saat ini? Takase Hisako, yang sudah lama bekerja di tempat perawatan lansia dan mengetuai "Kafe Kaigo untuk Masa Depan" se-Jepang, akan mencari tahu gaya hidup perempuan generasi milenial yang akan bertanggung jawab atas masa depan perawatan lansia.

[Peserta]
• Fasilitator
Takase Hisako … berbekal keinginan untuk menyemangatkan dan mengubah citra industri perawatan lansia, beliau mendirikan "Kafe Kaigo untuk Masa Depan".

• Peserta
Mishima Shiori…Lahir dan besar di Shinjuku. Setelah bekerja sebagai staf perawatan lansia, saat ini bertanggung jawab terhadap pekerjaan resepsionis sebagai koordinator.
Sasaki Yukiko…Berasal dari Wakayama. Selain bekerja sebagai staf perawat lansia, ia membentuk "Tim W" perawatan lansia x kecantikan, di mana para manula terlibat dalam kegiatan seperti peragaan busana sebagai peran utama.
Watabe Mayu… Karyawan baru yang bekerja sebagai staf perawat lansia. Di universitas, belajar desain komunitas dan tertarik pada "kesejahteraan dan komunitas".
Otsuka Saho… Setelah bekerja di sebuah perusahaan periklanan untuk rekrutmen dan menjual proposal iklan lowongan kerja, pindah kerja ke perusahaan layanan jasa harian dan bertanggung jawab atas HRD serta hubungan masyarakat di perusahaannya.

Berhasil melawan keinginan keluarga ketika ingin masuk dunia perawatan lansia setelah baru lulus kuliah!?

Perempuan berusia 20-30 tahunan yang bekerja di dunia perawatan lansia, berkumpul dan berdiskusi mengelilingi Takase-san. Semua perempuan tersebut merupakan anggota peserta “Kafe Kaigo”.

Takase: Apa yang membuat Anda semua memutuskan untuk bekerja di bidang perawatan lansia?

Watabe: Saya sedang belajar tentang pengembangan masyarakat dan revitalisasi masyarakat di universitas, dan pada saat itu saya menyadari bahwa saya dapat melakukan sesuatu untuk masyarakat dan kesejahteraan, hal itu membuat saya bekerja di industri perawatan lansia. Awalnya, teman-teman sering berkonsultasi dengan saya, jadi saya tertarik pada pekerjaan yang melibatkan orang.

Takase: Terkait dengan apa yang Anda pelajari di universitas, bagaimana hal itu bermanfaat dalam pekerjaan Anda selanjutnya?

Watabe: Di universitas, saya banyak belajar tentang bagaimana menciptakan hubungan dengan orang dan hubungan antar manusia dan itu membantu saya membangun hubungan dengan para lansia yang berhubungan dengan saya sekarang.

Takase: Dalam arti hubungan antar manusia, kesejahteraan dan desain komunitas sama ya. Bagaimana dengan Mishima-san?

Mishima: Ketika masih mahasiswa, hobi saya berkeliling ke terasering, saya bertemu banyak orang lanjut usia di daerah pegunungan, sehingga tertarik dalam perawatan lansia. Tetapi karena mungkin ditentang oleh keluarga saya, saya mendapat pekerjaan di panti jompo tanpa memberi tahu keluarga saya.

Semua: Merahasiakan dari keluarga!? (tertawa)

Mishima: Ya, setelah itu saya baru bicara (tertawa). Kesan secara umum ketika bekerja di dunia perawatan lansia adalah fasilitas yang kecil meskipun pekerjaannya berat. Orang tua saya bertanya "Sebegitunya kamu ingin sekali terlibat dalam perawatan lansia?" Tetapi lambat laun mereka berkata, "Ya tidak apa-apa jika kamu ingin melakukannya?"

Watabe: Saya juga ditentang oleh keluarga saya untuk bekerja di bidang perawatan lansia, supaya keluarga saya paham tentang perawatan lansia, saya bicarakan setiap kali saya magang atau mengajak mereka ke seminar yang diadakan di universitas, sehingga mereka mau mengerti.

Industri perawatan lansia yang maju sebagai tujuan pindah kerja atau sebagai pilihan pekerjaan paralel, apa pemicunya?

Otsuka Saho-san berhenti dari pekerjaannya di perusahaan periklanan dan pindah ke bidang perawatan lansia. Saat ini mengerjakan perbaikan lingkungan kerja, sebagai penanggung jawab HRD dan hubungan masyarakat.

Takase: Otsuka-san termasuk orang yang pindah kerja, ya? Apa yang Anda lakukan sebelum pindah kerja?

Otsuka: Ketika saya masih mahasiswa, saya bergabung dengan tim "Yosakoi" bagi karyawan, sehingga saya ingin melibatkan diri dalam manufaktur, sehingga ketika baru lulus saya bergabung dengan perusahaan periklanan. Bekerja selama sekitar dua tahun di bagian pemasaran iklan lowongan ekerja membuat saya merasa senang berinteraksi langsung dengan orang.

Takase: Mengapa Anda beralih ke industri perawatan lansia?

Otsuka: Salah satu klien saya sebelumnya adalah perusahaan saat ini. Sebagai penanggung jawab pemasaran, saya membantu perekrutan, dan saya diundang untuk bergabung dengan perusahaan. Dibandingkan "karena perawatan lansia," saya lebih berpikir bahwa perusahaan ini akan memberikan pengalaman yang baik.

Takase: Anda tidak harus perawatan lansia, ya.

Otsuka: Benar. Setelah saya berganti pekerjaan, saya bertanggung jawab atas HRD dan hubungan masyarakat, dan pada awalnya ada saat-saat ketika saya bertanya-tanya apakah pekerjaan saya bermanfaat untuk pengguna dan staf. Namun lambat laun, meski secara tidak langsung, saya merasa bahwa pekerjaan saya berkontribusi pada penciptaan lingkungan tempat kerja.

Takase: Sasaki-san, Anda tampaknya bekerja sebagai staf perawat lansia sambil mengusahakan kombinasi antara perawatan lansia dan kecantikan ya.

Sasaki: Sebagai kolaborasi antara perawatan kecantikan dan perawatan lansia, saya memiliki kegiatan di Tim W. Kami mengadakan acara di rumah sakit rehabilitasi dan layanan harian, dan mengadakan peragaan busana yang modelnya adalah orang tua. Dengan hal ini, saya ingin memberi tahu anak muda bahwa "Ada pekerjaan perawatan lansia yang keren!" sehingga mereka akan tertarik. Selain itu, jika seorang nenek punya target "Mau berjalan di atas panggung setahun sekali", saya pikir motivasi untuk latihan berjalan akan bertambah.

Takase: Apakah ada reaksi terhadap peragaan busana?

Sasaki: Ada seorang nenek yang melakukan manicure untuk pertama kalinya, dan sangat senang. Katanya, ada juga yang bilang "Aku tidak bisa tidur karena senang sekali!" di mobil saat pulang. Senang sekali jika ada yang memiliki kenangan.

Alasan kesan negatif berubah menjadi kesan positif adalah…

Mishima Shiori-san mendapat pekerjaan di panti jompo tanpa memberi tahu keluarganya. Mendukung kemandirian lansia sebagai koordinator kehidupan sehari-hari

Takase: Apa kesan Anda sebelum memasuki industri perawatan lansia?

Otsuka: Saya selalu ingin menjadi dokter hewan sampai SMA, jadi saya tertarik pada perawatan medis. Jadi, tidak ada prasangka negatif tentang perawatan lansia, dan saya selalu memiliki kesan perawatan lansia = perawatan medis.

Takase: Apakah kesan itu berubah sejak Anda memasuki industri ini?

Otsuka: Menjadi keberadaan akan "hidup" dan "kehidupan", dan itu telah membuat kesannya lebih positif. Perawatan medis bertujuan untuk menyembuhkan, tetapi seperti demensia tidak harus disembuhkan, tujuan perawatan lansia adalah agar penderita demensia dapat hidup bahagia sebagai mana adanya meski membutuhkan perawatan lansia.

Watabe: Sebelumnya, jujur, saya pikir kita tidak boleh menyentuh dunia yang belum diketahui. Namun, karena saya memiliki kesempatan untuk magang dan menyadari bahwa perawatan lansia pada akhirnya adalah hubungan antar manusia, sehingga kesan negatifnya hilang semua.

Didukung oleh perasaan "Saya tidak mau diperlakukan seperti itu" yang saya rasakan ketika kakek saya rawat inap

Watanabe Mayu-san menjadi tertarik pada kesejahteraan masyarakat karena ia mempelajari pengembangan masyarakat dan revitalisasi masyarakat di universitas.

Takase: Apa titik balik yang membuat Anda merasa bahwa Anda menyukai perawatan lansia?

Mishima: Pengalaman saya "merawat dan menemani orang hingga akhir hayatnya" sangat besar. Hebat sekali pekerjaan yang bisa mengantarkan orang sampai ke akhir hayatnya. Ketika saya pertama kali mengalaminya, saya hanya bisa menangis dan perlu waktu lama untuk bangun kembali karena saya juga tidak pernah mengurus saudara sampai akhir hayatnya.

Takase: Tetapi Anda tidak berpikir untuk berhenti.

Mishima: Setelah beberapa kali mengalaminya, saya berpikir bahwa kita tidak perlu bersedih, karena kita membantunya agar pada akhirnya mereka merasakan bahwa hidupnya bahagia.

Takase: Apakah pengalaman itu juga mempengaruhi kehidupan Anda?

Mishima: Ya. Saya mulai berpikir bahwa saya harus menikmati hidup saya dari hari ke hari. Selain itu, saya juga punya kekhawatiran dengan masa depan saya, seperti masalah menikah, punya anak, dan lain-lain, tetapi saya banyak belajar melalui dialog dengan para pengguna layanan karena mereka adalah senior dalam kehidupan.

Watabe: Saya merasakan hal itu saat masuk universitas. Bagusnya, saya masuk jurusan desain komunitas, dibandingkan dengan disiplin ilmu desain lainnya, desain komunitas lebih jelas untuk siapa dan apa yang harus dirancangnya. Misalnya, ada masalah lansia mati kesepian, untuk menyelesaikannya, kita bisa membuat mekanisme yang menghubungkan kakek dan nenek setempat dengan penduduk lainnya. Kemudian, kemudahan melihat wajah orang-orang yang membutuhkan "desain" seperti manufaktur atau sistem khusus juga cocok bagi saya pribadi. Titik balik besar lainnya adalah meninggalnya kakek saya.

Takase: Bagaimana keberadaan kakek bagi Anda?

Watabe: Saya sangat menyayanginya. Meskipun sehat, melihat perubahannya setelah dia masuk rumah sakit membuat saya terkejut. Pada saat itu, saya berpikir agar dokter dan perawat yang merawat kakek saya tahu lebih banyak tentang kakek favorit saya, dan hal itu membentuk sikap saya terhadap pekerjaan saya saat ini. Saya memutuskan untuk bekerja pada pekerjaan saya sekarang, agar tidak berpikir "Waktu itu, kakek tidak senang diperlakukan seperti ini".

Keinginan untuk menyiapkan agar tempat terakhir bagi pengguna nyaman

Jurusan Susuki Yukiko-san adalah kecantikan dan kesejahteraan, jadi belajar menjadi ahli kecantikan dan perawatan kesejahteraan pada waktu yang bersamaan. Saat ini beliau memiliki putra yang bersekolah di sekolah dasar

Otsuka: Ada kalanya saya sangat khawatir karena saya tidak tahu apakah pekerjaan saya (HRD dan hubungan masyarakat) bermanfaat bagi pengguna. Pada satu saat, saya membantu seorang pengguna wanita yang lumpuh setengah badan di kamar mandi, tetapi dia berkata, "Saya tidak bisa mengurus diri sendiri, saya seperti sampah." Tetapi beberapa hari kemudian, ketika saya mendengar kenangan tentang suami tercintanya yang sudah meninggal, pengguna tersebut memiliki wajah bahagia, yang sama sekali berbeda dari ketika dia berkata "Saya seperti sampah", dan di akhir dia berkata "Asal ada kenangan bagus, semua akan berakhir dengan bagus". Hal itu sangat berkesan bagi saya. Saat itu, saya ingin merekrut dan mengatur staf yang baik sehingga tempat terakhir mereka nyaman. Ini adalah titik balik yang besar.

Takase: Sasaki-san, Anda bekerja sambil membesarkan dua anak, bukan? Apakah ada pengalaman mengasuh anak yang bermanfaat dalam pekerjaan Anda?

Sasaki: Ketika memberikan perawatan lansia, saya mulai menggali lebih dalam, bertanya, "Apa yang orang ini pikirkan saat mengatakan hal ini?" Cermat mengamati pengguna dari sisi kecantikan, menjadi lebih mudah untuk memperhatikan kondisi dan masalah kulit, dan terkadang saya memberi masukan apa yang perlu diperhatikan kepada perawat. Karena saya sibuk setiap hari, saya merasa kasihan kepada anak-anak ... Saya harap saya bisa pergi ke penyedia layanan harian, untuk rekreasi kecantikan dan bekerja selama 2-3 jam sehari.

Takase: Menarik juga bahwa pekerja perawatan lansia memiliki beraneka ragam gaya kerja.

Karena pekerjaan perawatan lansia memiliki beraneka ragam gaya kerja, wanita punya sosok yang dituju

Kata Otsuka-san, "Saya ingin bekerja keras tetapi hidup saya terbatas. Saya ingin memikirkan cara bekerja yang memungkinkan saya dapat menghabiskan waktu dengan orang-orang yang ingin saya temui pada saat saya ingin menemuinya."

Takase: Jika Anda terus bekerja seperti sekarang, masih ada lebih dari 30 tahun. Kehidupan wanita seperti apa yang ingin Anda habiskan dalam kehidupan Anda?

Otsuka: Ibu saya adalah wanita yang saya idolakan. Beliau adalah ibu rumah tangga penuh waktu, sehingga ketika saya khawatir tentang kehidupan sekolah, beliau selalu ada untuk mendengarkan, dan ketika saya pulang ke rumah, beliau akan berkata "Selamat pulang", itu adalah hal yang besar bagi saya.

Takase: Apakah Anda ingin terus bekerja meskipun memiliki anak?

Otsuka: Ya. Saya pikir saya bisa bekerja di rumah, bekerja dengan jam lebih pendek, dan sekarang ada berbagai cara untuk bekerja. Tetapi ada tuntutan lingkungan, sehingga kita harus meningkatkan keterampilan dan menemukan apa yang lingkungan butuhkan. Orang-orang yang tidak hanya mengatakan apa yang ingin dilakukan, tapi juga berusaha keras untuk mewujudkannya adalah orang-orang yang luar biasa, dan saya ingin menjadi seperti itu.

Watabe: Saya ingin menjadi orang yang lembut dan fleksibel tetapi punya prinsip. Orang yang memiliki prinsip dalam dirinya, tetapi alih-alih memaksakannya, saya ingin bisa mengatakan bahwa "Ada beberapa cara lain untuk melakukan ini" dan menjadi orang yang menjalani hidup ini dengan fleksibel.

Mishima: Saya juga berpikir bahwa seorang wanita dengan prinsip itu menawan. Tidak ada jawaban yang pasti untuk pekerjaan perawatan, kalau di lapangan kita mudah mendengarkan dan menyinkronkan ide orang lain, tetapi jika hanya menyinkronkan, kita cenderung menuju ke arah yang salah. Saya tidak pandai dalam hal itu, jadi saya ingin memiliki prinsip.

Ingin melakukan perubahan dari tempat perawatan lansia untuk menjadikan negara yang "sangat menyenangkan saat usia bertambah”

Secara umum, "perawatan lansia = sangat sulit", tetapi bagi saya, "perawatan lansia = sangat menyenangkan", jadi saya ingin menyampaikan daya tariknya kepada generasi muda," kata Sasaki-san.

Takase: Terakhir, tolong beri tahu kami tentang impian dan target masa depan Anda.

Otsuka: Saya ingin dapat mengirim informasi yang benar tentang industri perawatan lansia. Bahkan di antara orang-orang yang tidak tertarik pada bidang perawatan keperawatan, pasti ada yang cocok dan dapat berkarya di sini. Jika kita bisa mempertemukannya, akan memberikan hasil yang membahagiakan satu sama lain, sayang sekali jika hal tersebut tidak terwujud hanya karena informasi dan kesan yang disampaikan salah.

Watabe: Saya ingin bisa berpikir jernih tentang bagaimana menutup hidup saya dan bagaimana menjadi tua. Semoga saya bisa memikirkannya dengan orang-orang di bidang lain. Kata kunci seperti "konferensi kehidupan" dan "persiapan akhir kehidupan" tersebar luas di dunia, tetapi saat ini hanya menjangkau orang-orang yang tertarik.

Takase: Apakah Anda memiliki gambaran tertentu untuk direalisasikan?

Watabe: Jika kita bisa menggabungkan budaya dengan kesejahteraan dan merawat dan menemani orang hingga akhir hayatnya, saya pikir kita bisa berpikir tentang bagaimana menutup hidup saya dan bagaimana menjadi tua, dengan menyenangkan. Bagus sekali jika saya bisa membuat proposal seperti itu.

Sasaki: Ada banyak kesan negatif tentang bertambahnya usia. Dengan kekuatan kecantikan, Saya ingin mengubah negara agar menjadi negara yang sangat menyenangkan ketika menua.

Takase: Apakah Anda ingin melanjutkan peragaan busana?

Sasaki: Ya. Saya memulai peragaan busana karena saya ingin membangkitkan kesenangan dan kegembiraan yang tidur pada diri para lansia yang telah menyerah pada kehidupan mereka. Saya berharap akan dipanggil ke berbagai tempat untuk merevitalisasi masyarakat itu. Menyediakan pakaian di toko pakaian di pusat perbelanjaan yang sepi, sehingga para cucu akan berjalan bersama neneknya.

Mishima: Target saya saat ini adalah mendapatkan sertifikasi sebagai pekerja sosial. Sebagai pekerja sosial ahli, kita tidak hanya harus tahu tentang orang tua tetapi kita juga harus tahu tentang orang-orang cacat untuk merawat mereka.

Takase: Apakah Anda memiliki target di masa depan?

Mishima: Setelah menyelesaikan kualifikasi dan belajar di perusahaan, saya ingin membuat kafe kesejahteraan di rumah tua yang modis. Pertukaran multi-generasi di daerah pegunungan akan menyenangkan. Kami ingin menciptakan ruang yang dapat mendukung metode pengajuan asuransi perawatan lansia, serta menempatkan peralatan kesejahteraan dan pamflet kesejahteraan.

Takase: Saya juga merasa kekuatan "tempat" luar biasa ketika saya memegang kafe. Kafe yang penuh gaya dan bisa digunakan untuk bersantai, sehingga orang ingin datang lagi atau kafe yang mudah didatangi meskipun oleh orang-orang yang tidak berhubungan langsung dengan perawatan lansia bagus menurut saya. Kesan akan berubah secara bertahap, seiring dengan peluang untuk membuat perawatan lansia lebih akrab di tempat-tempat di mana ada pertukaran multi-generasi. Kita menemukan kembali kedalaman dan nilai perawatan lansia yang memainkan peran sentral dalam masyarakat super tua dalam dialog hari ini, dan tampaknya ada banyak lagi yang dapat kita sampaikan. Terima kasih untuk hari ini.

Profil
Takase Hisako / Perwakilan "NPO Kafe Kaigo untuk Masa Depan". Pekerja perawatan lansia / pekerja sosial / pekerja perawatan lansia bersertifikat. Memimpin "Kafe Kaigo untuk Masa Depan", sambil bekerja sebagai manajer perawatan. Mempraktikkan karier paralel antara manajer di bidang perawatan lansia dan kafe, ia mengomunikasikan masa depan dan profesionalisme dalam perawatan lansia, serta cara kerja yang baru.

HOME