LANGUAGE

広告特集 企画・制作 朝日新聞社メディアビジネス局

LANGUAGE

SHARE

Pindah ke industri perawatan lansia pada usia 50 tahun. Apa kata profesional tentang "Daya tarik perawatan lansia"?

Orang bisa bersinar pada usia berapa pun. Ada seorang wanita di industri perawatan lansia yang mewujudkannya. Namanya Kataoka Midori-san. Ia pindah ke industri perawatan lansia pada usia 50 tahun. Kami bertanya kepada Kataoka Midori-san yang terus bersinar bahkan pada usianya yang ke-70 tahun tentang "daya tarik perawatan lansia" dan kehidupannya selama ini.

Masa kecil tanpa tujuan

Kataoka-san lahir di Chitose, Hokkaido. Impian untuk masa depan ketika ia berada di SMA adalah "menjadi guru". Namun, "Saya hanya membayangkannya tanpa hal-hal detail dan pada waktu itu saya adalah seorang anak tanpa tujuan," kata Kataoka-san.

"Setelah lulus dari SMA, saya bekerja menangani administrasi. Setelah itu, saya berganti pekerjaan dan bergabung dengan Koperasi Konsumen Tomakomai (sekarang bernama Co-op Sapporo). Saya beruntung mendapat atasan yang baik, sehingga bisa punya banyak pengalaman seperti pekerjaan administrasi umum, mengelola penyewa tempat (tenant), mengelola proses pembukaan toko baru, pengadaan bahan pakaian, dan meluncurkan bisnis perjalanan."(Kataoka-san, selanjutnya sama).

Namun, Kataoka-san mulai berpikir tentang hidupnya ketika melihat atasannya yang bimbang dengan kariernya. Salah satu hal yang menjadi petunjuknya adalah satu kalimat, yaitu "Jumlah orang lanjut usia akan meningkat di masa depan, jadi lebih baik memasang antena dalam bisnis lansia."

"Itu sebabnya saya memperoleh kualifikasi sebagai "Helper level 2". Kemudian, seorang teman menyarankan saya untuk bekerja di Care Service Tomakomai setelah melihat saya memiliki kualifikasi tersebut. Saat itu sistem asuransi perawatan lansia akan dijalankan sehingga harapan untuk bisnis lansia meningkat. Jadi saya tidak berpikir panjang lalu masuk ke industri perawatan lansia sesuai ajakan tersebut."

Pindah ke industri perawatan lansia pada usia 50 tahun Fokus bekerja hingga mencapai puncak

Kataoka-san, yang yang pindah dari industri berbeda, menggunakan pengalaman yang telah diperoleh dalam kariernya untuk mendapatkan pengguna layanan satu demi satu.

"Pada waktu itu, industri kesejahteraan tidak memiliki banyak konsep penjualan atau pemasaran. Namun saya proaktif melakukan kegiatan pemasaran. Saya pergi ke rumah para lansia satu per satu dan secara aktif menawarkan layanan. Ternyata, mereka bahkan tidak tahu tentang sistem asuransi perawatan lansia sehingga mereka mendengarkan saya dengan serius. Hasilnya 80% lansia yang saya kunjungi menjadi pengguna layanan."

Kataoka-san kemudian menjadi direktur setelah lima tahun bergabung dengan perusahaan. Langkah kariernya menakjubkan. Meskipun begitu, ia masuk ke industri perawatan lansia pada usia 50 tahun. Apakah ia tidak merasa cemas untuk pindah bidang kerja pada usia senja?

"Saya akan berbohong jika saya berkata tidak merasa cemas, tetapi saya pikir saya penuh vitalitas. Saya dulu berpikir akan melakukan apa saja demi bertahan hidup. Industri perawatan lansia yang saya masuki pada dasarnya memiliki pengguna layanan yang semuanya lebih tua dari saya. Jadi, saya pikir mungkin saya bisa bekerja lama di sini dan saya pikir saya beruntung masih bisa bekerja di sini seperti ini. Pada dasarnya saya hanya mengerahkan seluruh kemampuan saya terhadap apa yang ada di depan mata."

Mengerahkan segenap tenaga untuk hal apa pun. Ada sebuah cerita yang memberikan pandangan sekilas tentang sikap Katakoka-san tersebut.

"Segera setelah saya masuk ke industri perawatan lansia, saya ikut kuliah jarak jauh di Universitas Kesejahteraan Jepang pada usia 52 tahun. Masuk ke universitas merupakan keinginan saya yang tertinggal. Selama masa bimbingan 1 bulan, saya menjalani jadwal pergi ke Tokyo pada hari Jumat malam lalu mengikuti kuliah 2 hari dan pulang ke Hokkaido menggunakan penerbangan terakhir pada hari Minggu. Saya akhirnya berhasil lulus dalam empat tahun."

"Saya akan menyesal jika aku tidak melakukan apa pun di hari libur," kata Kataoka-san sambil tertawa. Setelah lulus dari universitas pun, ia tetap melanjutkan kegiatannya dengan penuh semangat. Ketika menjadi kepala fasilitas panti jompo khusus, di hari libur ia secara aktif mengikuti seminar yang diadakan di Tokyo. Di sana ia mendapat banyak teman kemudian ia memutuskan untuk pindah dari Hokkaido ke kawasan ibu kota. Hal itu terjadi pada tahun 2017. Sejak musim panas di tahun yang sama ia mulai bekerja sebagai kepala fasilitas “Lafesta Yoshikawa", rumah bagi para lansia dengan layanan perawatan lansia.

"Tapi saya sering bingung menghadapi perubahan lingkungan. Sewaktu saya berada di Hokkaido, seluruh fasilitas bisa terlibat dalam "perawatan akhir" pengguna, tetapi sulit untuk membuatnya dapat diterima di tempat kerja yang baru. Jika seseorang meninggal, mereka akan dibawa ke rumah duka tanpa memberi tahu penghuni lainnya. Tapi hal itu berbeda. Saya tidak ingin menyembunyikan kematian namun ingin mengantarkan penghuni dengan ceria dan mengatakan bahwa "Anda sudah hidup sampai akhir, ya." Akhirnya keinginan itu dipahami oleh staf di lapangan."

Pindah kerja di tahun 2020 Tantangan terus berlanjut

Melihat Kataoka-san, ada kesan bahwa ia tidak ragu untuk berjuang pada usia berapa pun. Dari mana sumber motivasi itu berasal?

"Pasti karena banyak orang yang mengatakan "Terima kasih". Perawat lansia adalah pekerjaan yang membutuhkan kepribadian yang tulus dan ikhlas. Oleh karena itu, rasa terima kasih dari penghuni dan keluarganya menjadi motivasi saya. Sebenarnya, ada banyak perawat lansia yang bekerja keras karena alasan tersebut. Tetapi untuk melakukan itu, kita perlu menghormati penghuni. Karena walau bagaimanapun, penghuni merupakan orang yang jauh lebih senior dari kita."

Selain itu, ada hal penting yang ia jaga baik-baik.

"Hal itu adalah "berusaha untuk mengetahui" pribadi penghuni. Tentu saja hal itu ada batasnya, dan jika tidak tahu pun, kita akan tetap bisa memberikan perawatan lansia. Tetapi jika kita tahu seperti apa hidup yang telah dijalani penghuni selama ini, maka perawatan lansia dan kepedulian kita akan lebih luas. Dokter Sato Nobuhiko yang membuka "Klinik Monogatari" di Kota Tonami, Prefektur Toyama, sering bertanya, "Apakah masih ada yang ingin dilakukan? Apakah masih ada yang ingin disampaikan? Apakah masih ada yang ingin dimakan?" Saya selalu berusaha mengingat hal itu setiap kali memberikan perawatan, dan berusaha sebisa mungkin agar semua yang masih ingin diwujudkan oleh penghuni bisa terwujud. Namun di lapangan ada banyak rintangan dan hal itu bukanlah hal yang mudah dilakukan, ya."

Kataoka-san mengubah kariernya di industri perawatan lansia pada usia 50 tahun dan sejak itu ia terus melanjutkan kegiatannya yang penuh vitalitas. Saat ini ketika usianya menginjak 70 tahun, mimpi-mimpinya tidak mengenal kata berhenti.

"Saya berencana melakukan tantangan baru di tahun 2020 untuk mewujudkan apa yang benar-benar ingin saya lakukan. Melihat umur, mungkin ini adalah pekerjaan terakhir dalam hidup saya. Jadi saya berharap bisa mewujudkan mimpi itu di lingkungan tempat saya bisa berbagi filosofi. Saat ini saya menanti-nanti hal apa yang bisa saya lakukan."

Tantangan Kataoka-san belum berakhir.

(Wawancara dan tulisan oleh Igarashi Dai, foto oleh Tosa Mariko, kerja sama wawancara oleh Machi Asei)

Profil
Kataoka Midori / Lahir September 1949, asal Hokkaido. Pada tahun 1968 ia bergabung dengan Ito Ham Nutrition Foods. Setelah itu ia bekerja di Koperasi Konsumen Tomakomai lalu bergabung dengan Care Service Tomakomai pada tahun 1999. Ia memiliki berbagai pengalaman perawatan lansia di lapangan seperti perawatan lansia jenis kunjungan, bantuan perawatan lansia di rumah, panti jompo khusus, dll.

HOME