Bagaikan dunia film! Menuju malam Tokyo yang dihiasi gemerlap Cahaya.
THE ASAHI SHIMBUN
December 25, 2025
PR by The Asahi Shimbun
(Tokyo Convention & Visitors Bureau grant project)
Bagaimana jika memandangi pemandangan malam Tokyo yang bermandikan cahaya sambil ditiup angin malam? Saat hari mulai gelap, naiklah ke kapal pesiar di Teluk Tokyo dan mari berlayar! Dengan pemandangan Odaiba dan Rainbow Bridge yang berkedip dengan cahaya warna-warni, serta Tokyo Tower dan Tokyo Skytree® yang bersinar oranye menjulang di depan mata, Anda dapat menikmati wajah Tokyo yang berbeda dari siang hari.
Kapal pesiar mewah dengan sajian kuliner, berangkat menuju Teluk Tokyo di malam hari.
Pada bulan November, saat matahari terbenam dan udara menjadi cukup dingin, saya menuju Dermaga Hinode di Minato-ku, Tokyo, yang menjadi tempat naik kapal. Yang sudah menanti adalah kapal pesiar “Moderna” dari armada Symphony yang beroperasi di Teluk Tokyo. Itulah kapal yang akan kami tumpangi kali ini. Kapal ini memiliki 4 lantai dan merupakan kapal pesiar mewah di mana penumpang juga bisa menikmati hidangan. Jantung saya berdebar penuh harap melihat lambung kapal putih yang berbalut cahaya.
Untuk “Dinner Cruise” selama 2,5 jam dari pukul 19.00 hingga 21.30, tersedia paket seharga 4.400 yen untuk dewasa (2.200 yen untuk anak-anak) di mana Anda bisa menikmati pemandangan malam dari dek. Ada juga paket untuk menghabiskan waktu dengan elegan sambil duduk di dalam kapal menikmati masakan Perancis, Italia, atau Sushi. Jadi, silakan pilih sesuai kebutuhan Anda. Akhirnya, saatnya berangkat. Saat naik ke kapal, awak kapal berseragam menyambut kami di pintu masuk.
Rainbow Bridge yang memukau, dan bertemu “Jerapah Besi” di Dermaga Oi!?
Nah, pelayaran akhirnya dimulai. Spot pemandangan menakjubkan pertama adalah Rainbow Bridge. Jembatan yang biasanya hanya dilewati dengan mobil ini, pemandangannya dari tepat di bawah terlihat begitu megah dan luar biasa. Saya tanpa sadar mengeluarkan suara kagum melihat besarnya jembatan yang seolah mendekat. Di belakang jembatan, terlihat Tokyo Tower yang diterangi cahaya membuat suasana menjadi romantis. Angin malam terasa dingin, rasanya seolah-olah saya menjadi tokoh utama dalam sebuah film.
Setelah melewati Rainbow Bridge, di dalam kegelapan terlihat sekumpulan gantry crane berwarna merah dan putih yang bentuknya menyerupai jerapah. Ini adalah Dermaga Oi. Sebagai terminal kontainer utama di Teluk Tokyo, derek-derek besar ini mengangkut muatan dari kapal kontainer. Ini adalah hidden gem pemandangan malam yang hanya diketahui oleh segelintir orang.
“Tokyo Skytree®”, landmark yang mewarnai ibu kota.
Perjalanan malam selama 2,5 jam sudah memasuki pertengahan. Salah satu daya tarik utama dari night cruise ini, Tokyo Skytree®, menampakkan wujudnya. Tingginya 634 meter. Dibangun sebagai landmark baru setelah Tokyo Tower, menara ini diakui oleh Guinness World Records sebagai “menara tertinggi di dunia” pada November 2011 *. Pada hari ini, lampu khusus Xmas dinyalakan dan bersinar terang. Jika Anda berwisata ke Tokyo, pemandangan dari dek observasi pada siang hari juga sangat direkomendasikan.
*Sumber: Situs Resmi Tokyo Skytree®
https://www.tokyo-skytree.jp/about/spec/
Melaju lebih jauh, di depan mata terpampang “Tokyo Gate Bridge” yang dibuka pada akhir tahun 2012. Panjang totalnya sekitar 2.600 meter. Konon, hasil dari penggabungan rangka baja berbentuk segitiga agar kapal besar bisa lewat di bawahnya, menghasilkan bentuk dinamis yang menyerupai dua ekor dinosaurus yang saling berhadapan.
Dari sana, untuk beberapa saat kami menikmati pemandangan malam gedung-gedung Tokyo. Tulisan “TOKYO” menyala di gedung Bandara Haneda, terlihat bersinar seolah mengapung di langit. Saya ingin jalan-jalan ke luar negeri lagi. Saat memikirkan hal itu, pelabuhan tempat kami naik tadi sudah dekat. 2,5 jam berlalu dalam sekejap. Malam Tokyo yang indah bagaikan film ini membekas dalam di hati saya.
Information
Symphony Cruise Reservasi dalam bahasa Inggris di sini:
https://www.symphony-cruise.co.jp/reserve/calendar-english/

